INI HALAMAN BLOG

Cari Tahu Tentang e-Money dan e-Wallet

Beda E-money dan E-Wallet
Illustrasi kartu e-wallet dan e-money (Pexels.com)

Sobat EasyPay, kamu pasti sudah enggak asing lagi dong dengan istilah e-Money dan e-Wallet. Di era yang serba digital seperti saat ini e-Money dan e-Wallet bukanlah barang asing lagi bagi masyarakat di kota besar seperti Jakarta. Namun sayangnya sebagai pengguna kita sering melupakan hal-hal penting seperti memahami perbedaan keduanya. Apakah fungsinya sama? Apakah saldonya dapat digabungkan?

Oke, agar kamu tidak bingung, kali ini EasyPay akan memberikan sedikit pencerahan mengenai e-Money dan e-Wallet!

Pengertian dan Kegunaan e-Money


Siapa dari kamu yang enggak pernah absen membawa e-Money kemanapun kamu pergi? e-Money sendiri merupakan alat pembayaran yang memiliki nilai uang yang tersimpan secara elektronik dalam suatu media server atau chip. Kegunaan uang elektronik ini pun bermacam-macam, seperti membayar tiket transportasi umum, tarif jalan tol, membayar biaya parkir hingga berbelanja di toko swalayan dan minimarket. Nilai uang di dalam e-Money akan otomatis berkurang saat konsumen menggunakannya untuk pembayaran.

e-Money pertama kali sendiri di indonesia sejak tahun 2009. e-Money biasanya diterbitkan oleh pihak perbankan. Jika ada lembaga yang ingin menerbitkan kartu e-Money, maka harus melalui persetujuan dan perizinan dari Bank Indonesia.

Berdasarkan data Bank Indonesia per Juli 2016 silam, ada 20 perusahaan penerbit e-Money yang terdiri dari 9 bank dan 11 lembaga selain bank. Peraturan mengenai e-Money sndiri diatur dalam Peraturan Bank Indonesia nomor 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik (Electronic Money).

Pengertian dan Kegunaan e-Wallet


Tak hanya eMoney, belakangan banyak perusahaan startup yang mulai mendirikan bisnis pada bidang keuangan atau
fintech. Perusahaan inilah yang kemudian mengeluarkan produk dompet digital atau yang sering dikenal dengan nama eWallet.

Dompet digital ini mengusung sistem internet berbasis internet. Berbeda dengan eMoney yang menggunakan chip, eWallet lebih fokus dalam digitalisasi produk keuangan. Hal ini lambat laun menggeser metode pembayaran melalui mesin ATM dan mobile banking.

Perbedaan eMoney dan eWallet


Ada beberapa perbedaan mencolok dalam eMoney dan eWallet, beberapa di antaranya adalah:

Alat pembayaran


Perbedaan yang mencolok dalam eMoney dan eWallet adalah alat pembayarannya. eMoney biasanya menggunakan kartu untuk pembayaran, sedangkan eWallet akan menggunakan aplikasi untuk melakukan pembayaran.

Baca juga: Ternyata Kesalahan Ini Sering Dilakukan Wanita Dalam Mengelola Keuangan

Kegunaan


Di tahun yang serba digital seperti sekarang, e-wallet jauh lebih maju dengan e-money.  Hal ini dipengaruhi oleh jangkauan penggunaan dan promo yang diberikan oleh penyedia layanan. Uang elektronik berbentuk kartu memang memiliki banyak pengguna, namun kemajuan teknologi keuangan membuat banyak masyarakat lebih memilih untuk menggunakan dompet elektronik.

Tak hanya karena sisi keamanan namun juga penggunaan serta promo yang diberikan. Uang elektronik atau eMoney memang sangat berguna jika kamu menggunakan transportasi umum atau melewati jalan tol setiap harinya. eMoney juga berguna untuk pembayaran parkir di sebagian besar gedung di kota besar. Kamu juga bisa memanfaatkan eMoney untuk melakukan pembayaran

Sebaliknya, eWallet memang belum dapat digunakan untuk transportasi umum namun jenis pembayaran ini dapat kamu gunakan untuk berbagai hal, misalnya membayar tagihan, membeli pulsa, bahkan membayar belanjaanmu di beberapa merchant.

Maksimal saldo


Perbedaan lain antara e-money dan e-wallet adalah jumla maksimal saldo yang dimungkinkan. Pada e-money, sejauh ini maksimal saldo yang bisa diisikan adalah Rp 1 juta. Sedangkan e-wallet bisa lebih dari angka itu bahkan bisa mencapai Rp 10 juta.

Suka dengan artikel ? Bagikan ke orang terdekat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *