INI HALAMAN BLOG

Ini Alasan Mengapa Membuat Usaha Kopi Bisa Laris Manis

coffee shop illustration
Illustrasi coffee shop (Pexels.com)

No coffee, no workee! Siapa yang setuju dengan pernyataan yang satu ini? Minum kopi memang sudah jadi suatu tradisi bagi masyarakat Indonesia, mulai dari yang tinggal di desa hingga perkotaan. Budaya minum kopi ini juga tak pandang bulu, dari yang masih remaja, mahasiswa sampai pegawai kantoran. Hal itulah yang memicu banyaknya kedai kopi yang menjamur di kota-kota besar, salah satunya adalah Jakarta.

Penasaran bagaimana sih perkembangan usaha kopi? Apa saja faktor yang membuat banyak orang membuat usaha kopi? Yuk, mari kita telaah satu per satu!

Omzet besar


Tak perlu lagi kita pertanyakan lagi mengapa banyak orang yang beralih menjadi pebisnis kedai kopi. Tak hanya menjadi kebiasaan, bisnis ini dapat menghasilkan banyak omzet. Coba kita telaah satu per satu, ya.

Di daerah ibu Kota Jakarta, harga biji kopi Arabica Green Bean (belum dipanggang) yang langsung dibeli di petani harganya hanya Rp 80.000/Kg. Tapi jika kamu membelinya langsung di vendor yang sudah me-roasting kopi tersebut menjadi bubuk, harganya bisa mencapai Rp 300.000.

Sedangkan harga satu cangkir kopi Arabica paling murah saja dijual seharga Rp 15.000 per cangkirnya. Padahal dalam satu 1 kilogram kopi Arabica mampu membuat lebih dari 50 cangkir (atau lebih). Jadi keuntungan bersih dari 1 kg kopi bubuk Arabica bisa mencapai Rp 500.000,-. Nah, coba kamu hitung jika dalam sehari kamu bisa menjual 100 cangkir lalu kalikan dalam satu bulan. Berapa omzet yang bisa kamu dapatkan?

Ide kreatif


Tidak seperti bisnis kuliner lainnya yang harus berinovasi mati-matian, untuk bisnis kedai kopi yang kamu jual bukan hanya rasa melainkan ide kreatif. Misalnya dalam pemberian nama dan juga desain interior. Bisnis
zaman now kamu tak hanya bergulat dengan rasa, melainkan ide.

Salah satu contohnya, adalah Kopi Kenangan. Kopi ini awalnya hanya berada di beberapa outlet saja, namun dikarenakan namanya yang unik tak sulit bagi Kopi Kenangan untuk mencuri hati masyarakat Indonesia. Nama-nama menu yang unik, seperti Kopi Kenangan Mantan dan Kopi Kenangan Mantan Menikah menjadi andalan dari bisnis ini. Selain harganya yang ekonomis, kopi ini menawarkan sisi kreatif yang tak akan bisa dibeli oleh siapapun.

Makanan pendamping yang mudah


Bagi kamu yang ingin memiliki bisnis kopi kekinian macam Kopi Tuku yang
on-the-go, kamu memang tak perlu memikirkan menu makanan pendamping. Namun, jika memiliki keinginan untuk membuat makanan pendamping, kamu tidak perlu repot karena makanan pendamping kopi tidak harus makanan berat. Misalnya, kamu bisa menyajikan brownies, cake, french fries, dan sebagainya.

Banyak Penggemar Kopi


Sobat EasyPay, tahukah kamu bahwa Indonesia adalah salah satu negara penghasil kopi terbaik di dunia? Tak hanya ragam jenisnya yang banyak, penggemar kopi di Indonesia juga menjamur di  mana-mana.

Dilansir dari Viva, data dari International Coffee Organization (ICO) mencatat bahwa pertumbuhan rata-rata konsumsi kopi Indonesia lebih besar daripada dunia pada umumnya.

Tren penjualan ini tercermin di kanal jual beli online. Berdasarkan data salah satu e-commerce jual beli barang, penjualan kopi di platform marketplace meningkat hampir tiga kali lipat. Sebelumnya, data mencatat bahwa ada sekitar 40 ribu produk pada 2016 dan meningkat tiga kali lipat menjadi 120 ribu produk selama 2017 lalu.

Baca juga: Menilik 5 Usaha Potensial Untuk Kamu yang Tinggal Dekat Kampus

Peningkatan jumlah ini bisa dibilang sangat fantastis serta membuktikan bahwa penggemar kopi di Indonesia terbilang cukup tinggi. Hal tersebut tentu bisa kamu jadikan sebuah data awal untuk mendirikan kedai kopi.

Suka dengan artikel ? Bagikan ke orang terdekat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *