INI HALAMAN BLOG

Ramadan Sehat Di Tengah Pandemi: Hal Yang Harus Diperhatikan

Ramadan Sehat

Seperti yang kita ketahui, bulan Ramadan ditandai dan dilakukan dengan kegiatan social serta kegiatan agama dimana para Muslim berkumpul Bersama untuk melaksanakan puasa. Pelaksanaan puasa itu sendiri dimulai disaat menjelang subuh (sahur) dan diakhiri dengan saat sebelum fajar (iftar). Banyak umat Muslim juga Bersama-sama berkunjung ke masjid terdekat untuk melaksanakan tarawih sehabis buka puasa (iftar).

Namun pada masa ramadan kali ini, terkait dengan protokol atas pandemic COVID-19 yang menyebabkan umat Muslim tidak bisa melakukan beberapa kegiatang yang biasa dilakukan saat bulan puasa seperti ngabuburit mencari takjil, buka Bersama keluarga dan teman diluar rumah, atau bahkan pergi ke masjid untuk berdoa Bersama.

Terkait perayaan puasa di masa seperti ini, WHO telah merilis panduan bagi umat Muslim supaya dapat tetap sehat dan aman dalam pelaksanaan puasa pada masa pandemic seperti ini ini (Safe Ramadhan practices in the context of the COVID-19). Disarikan dari WHO, berikut hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan untuk puasa sehat pada masa pandemik:

Kurangi Aktivitas Sosial dan Keagamaan di Luar Rumah

Aktivitas seperti buka Bersama atau tarawih Bersama sebisa mungkin dikurangi atau dilakukan dirumah saja. Petugas negara bertugas untuk melaksanakan pengawasan ketat terkait aktivitas social dan agama yang dilakukan umat Muslim di luar rumah. Selain itu, social media seperti TV, radio, atau media digital lainnya dapat digunakan untuk penyebaran informasi terkait bahayanya beraktivitas di luar rumah saat masa pandemi.

Dalam hal ini para pengelola masjid, petinggi negara dan agama, atau tokoh masyarakat juga dapat mengambil andil dalam memastikan dan memperhatikan umat Mulsim untuk dapat beribadah di rumah saja. Dan jika ada kegiatan keagamaan seperti pelaksanaan azan dan pembagian infak sedekah harus dilaksanakan dengan protokol kebersihan yang ketat dan sehat.

Selalu Menjaga Kebersihan Baik Tubuh atau Lingkungan (Tempat Ibadah)

WHO mengajak umat Muslim untuk dapat tetap sehat dan bersih saat melaksanakan perayaan ibadah baik di rumah ataupun di luar rumah (jika dibutuhkan). Upaya tersebut dapat dilakukan dengan:

  1. Pastikan bahwa keperluan mencuci tangan sudah tersedia lengkap seperti sabun dan air atau bahkan menyediakan hand sanitizer (yang mengandung alcohol 70%) pada pintu masuk dan di dalam masjid atau rumah masing-masing.

2. Pastikan atas ketersediaan dan kebersihan tempat sampah yang menggunakan gagang untuk membuka tempat sampah tersebut. Jangan lupa untuk selalu menyediakan tisu di dekat tempat sampah yang tersedia.

3. Selalu menguhasakan untuk membawan dan menggunakan peralatan ibadah sendiri-sendiri seperti sajadah di atas karpet masjid.

4. Sediakan infografis dalam bentuk poster tentang informasi penyebaran dan penanganan virus COVID-19 ini.

Membiasakan Diri Terhadap Kebudayaan Baru

Seperti sudah menjadi sebuah tradisi bahwa bulan ramadan selalu dijadikan moment untuk umat Muslim untuk melakukan silaturahmi dengan saling memaafkan dan berjabat tangan. Namun pada kondisi seperti ini, jabat tangan dapat dilakukan dengan tidak melakukan kontak fisik seperti bersapa, menanggukkan kepala lalu bersenyum, atau meletakkan tangan di depan dada.

Usahakan Beraktivitas dan Beribadah di Rumah Saja

Pada masa pandemic ini, banyak dari kita yang dibatasi dalam pergerakkan dan aktivitasnya. Namun jika aktivitas di luar rumah dibutuhkan, selalu praktikan physical distancing dan kebersihan tangan selama beraktivitas diluar rumah. Sangat penting dan memang sudah menjadi tanggung jawab kita untuk selalu menjaga kebersihan guna pribadi serta orang sekitar kita seperti sering mencuci tangan, membersihkan alat ibadah, dan jangan lupa melakukan olahraga ringan di rumah. Aktivitas sekolah dan kerja dapat juga dilakukan di dalam rumah dengan kelas dan meeting online.

Bantu Jaga Kondisi Kesehatan Mental dan Sosial Antar Keluarga

Sehubungan dengan perbadaan perayaan ibadah pada masa pandemic ini, sudah menjadi bagi kita penting untuk juga dapat memperhatikan kepercayaan dan iman tiap individu dalam keluarga dan teman dekat. Selalu meyakinkan satu sama lain bahwa kita semua bisa melewati masa pandemic ini Bersama-sama dengan selalu sehat dan menguatkan satu sama lain. Tetap menjalin komunikasi antar satu sama lain dan selalu support dengan tanpa harus bertemu. WHO menyatakan bahwa dikarenakan kondisi yang serba membatasi, dapat membuat emosi anggota keluarga menjadi tidak stabil dan akan memicu insiden kekerasan dalam rumah tangga. Maka dari itu, kesehatan mental dan social harus juga dapat selalu diperhatikan supaya kita bisa melewati masa ini dengan sehat fisik dan jiwa.

Like this article ? share to people you know

1 thought on “Ramadan Sehat Pada Masa Pandemi”

  • semoga pandemi ini cepat berlalu, lebaran tahun ini terasa beda banget susananya, cukup kali ini saja lebaran kita semua menghadapi musibah dari yang maha kuasa, semoga kedepannya lebaran bisa kembali normal seperti biasa, stayhome, staysafe, and styhealthy ya teman2 semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *